Sejarah Perjudian di Indonesia

Sejarah Perjudian di Indonesia

Sejarah Perjudian di Indonesia

Sejarah Perjudian di Indonesia – Sebelum menjadi terkenal seperti sekarang, praktik perjudian sendiri memiliki sejarah yang panjang. Dalam menelusuri sejarah perjudian ini, belum diketahui secara pasti sejak kapan manusia mengenal dan melakukan perjudian. Praktik judi ini pun berkembang pada saat dan cara berbeda pada setiap wilayah, termasuk juga di Indonesia. Karenanya, saat ini kita akan membahas mengenai sejarah perjudian di Indonesia.

Berdasarkan fakta yang ada, perjudian sendiri sudah dipraktekkan judi slot online jackpot terbesar bahkan sebelum zaman prasejarah dimulai. Mungkin kamu pernah dengar cerita Mahabarata yang mengisahkan tentang Pandawa yang kalah berjudi dan kehilangan kerjaannya sampai harus diasingkan ke hutan selama 10 tahun lamanya. Diketahui sejak zaman dulu, yang memainkan perjudian adalah para dukun. Pada masa itu dukun banyak diandalkan untuk meramalkan kejadian atau musibah yang akan datang. Dalam melakukan ramalannya ini, seorang dukun akan menggunakan alat seperti tongkat, batu dan tulang. Nantinya alat-alat itu akan dilemparkan ke udara.

Pada zaman ini, permainan perjudian Slot Online di Indonesia sendiri semakin beragam dengan kedatangan pedagang dari China atau Eropa. Para pedagang ini pun turut serta membawa permainan taruhan kesukaan mereka seperti judi kartu, dadu serta dodomino. Pada tahun 1620 ketika VOC berkuasa di Indonesia, mereka mencari cara yang dapat memberikan keuntungan bagi mereka. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengizinkan orang Tionghoa membuka rumah perjudian.

Kapitan Tionghoa yang menjabat kala itu yang bernama Suk Man Toh. Selain diberi kebebasan dalam membuka rumah perjudian, dia juga harus mengawasi setiap rumah perjudian saat itu. Selain kedua tugas itu, dia juga memiliki tempat yang berfungsi untuk membuat koin.

Meski sudah di tugaskan untuk mengawasi setiap rumah perjudian, Suk Man Toh dan sekretarisnya ternyata tidak di gaji oleh belanda. Melainkan mereka berhak menerima 20% pajak yang ditarik oleh VOC dari setiap rumah perjudian. Mayoritas pemain judi pada masa itu sendiri adalah para kuli dan juga budak yang ketagihan bermain judi. Permainan yang dimainkan pada saat itu meliputi judi dadu, judi kartu, sabung ayam yang dikenalkan oleh orang Tionghoa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.